Hari Sabtu bener-bener sampah.
Mengapa?
Di mulai dengan kondisi badan gue yang kurang fit akhir-akhir ini karena keracunan. Keracunan? Ya, gue keracunan makanan. Kejadian ini terjadi beberapa hari yang lalu disaat gue tidak sengaja makan makanan yang udah basi. Ketika rasa lapar sudah berkecamuk di dalam diri, dengan membabi buta gue makan segala makanan yang ada di meja makan, termasuk nasi uduk yang udah kadaluarsa. Mending cuma makan sedikit, ini gue habisin satu porsi tuh nasi basi. Ditambah lagi dengan keesokan harinya gue minum sebuah minuman cola yang telah expired. *mampus?!
Nasi uduk basi + minuman cola expired = Keracunan
Alhasil yang terjadi gue menjadi poisoned boy. Berharap gue bagaikan poison ivy yang dapat memikat orang-orang dengan aroma racunnya, malahan yang ada orang-orang jadi menjauh dari gue karena aroma racun yang negatif dari tubuh gue (baca : kentut). Ditambah lagi gue jadi sering bolak-balik WC, minimal sehari 5 kali. *Berasa kayak solat wajib!
Berbagai macam upaya telah gue lakukan, dari minum norit, susu bear brand, ampe tolak angin. Mungkin yang terakhir agak kurang nyambung, keracunan kok minum tolak angin. Tapi karena saya pintar, jadi minum tolak angin. *sambil berkedip!
Berikutnya, hari Sabtu ini semakin sampah karena tidak ada hiburan yang bisa gue maenin. mau maen game yang di facebook, eeh facebooknya lagi eror melulu. Pengen maen ps, tapi sticknya rusak. Mau nonton dvd, engga ada yang bagus. Baca komik, udah khatam semua.
Hiburan semakin hilang karena hape gue membisu akibat tidak adanya sms maupun telepon yang masuk. Giliran ada telepon masuk, taunya operator yang bilang kalo "MASA BERLAKU KARTU ANDA AKAN SEGERA BERAKHIR". *kampret!
Kemudian muncullah sebuah sms disertai miscall dari nomor yang tak dikenal. gue buka aja tuh sms. isinya begini "Dis, lagi apa? Apa kabar lo?". Begitu ngeliat langsung bingung dan agak seneng deh gue. Siapa tau cewek yang sms. *hehe*. Tanpa banyak basa-basi, gue bales tuh sms.
-(ceritanya lagi sms'an)-
Gue : "Baru bangun tidur nih. Gue lagi sakit. Btw, ini siapa yah?" -> sambil senyam senyum geer
Dia : "Ooh. Sakit apa? ini Temen SD lo."
Gue : "Oh ya! Siapa sih? ga ke saved nomor elo." -> udah makin geer, siapa tau primadona SD gue
Gue tunggu tuh balesannya. Dan ternyata.
Dia : "Ini gue, Jason (nama samaran). Eh iya, sakit apa lo?"
Aarrggghhhh!!!
Ada apa di neraka!!
Sekalinya ada sms yang sedikit mengundang, tau-taunya dari COWOK!
Saking malesnya, langsung ga gue bales lagi tuh sms.
Tapi, tiba-tiba dia sms lagi.
"iihh! Sakit apa sih? Kok ga dibales deh?"
SARAP LU!
Dan yang bikin hari Sabtu ini semakin sampah ialah ketika gue lagi males pergi dan sakit, bokap gue nyuruh gue pergi ke PRJ untuk nonton suatu acara karena dia baru aja dapet tiket nonton acara gitu. Daripada gue mencret-mencret di jalan dan berhubung lagi ga ada temen buat jalan, gue tolak aja tuh undangan. Maap yah pa! :)
Sekian dari saya tentang hari ini.
*Ps : Misi MF-1 sudah berjalan dengan sukses. Tapi tujuannya tidak dapat tercapai, malahan gagal total! huhu.
CUPCUPWAUWAU
Sabtu, 11 Juli 2009
Rabu, 08 Juli 2009
Review Singkat Hasil Pilpres 2009
Yo! yo! yo!
Akhirnya Pemilu khusus Presiden sudah digelar. Banyak kemajuan dalam penyelenggaraan Pemilu kali ini dibandingkan Pileg (Pemilu Legislatif) kemarin. Khususnya dari segi kuantitas pemilih yang meningkat drastis karena adanya keputusan MK yang memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak tercantum pada DPT untuk turut serta menjadi pemilih dengan cara hanya menunjukkan KTP dan KK (Kartu Keluarga).
Untuk hasilnya sendiri, saat ini KPU masih menghitungnya. Namun berdasarkan Quick Count dari berbagai lembaga survey, mereka menyatakan bahwa :
Maka pada kesempatan kali ini, izinkan gue Disna 'Boim' Harvens untuk meriew singkat mengenai hal-hal apa saja yang menyebabkan SBY bisa menang, Mega di Posisi 2, dan JK di nomor buncit. Serta gue juga ingin menjawab beberapa pertanyaan yang muncul di masyarakat.
Dan harap diingat bahwa review ini CUMA PENDAPAT DARI GUE. Ini penglihatan dari kacamata gue, bukan kacamata penyanyi dadadamdadadam, apalagi para pengamat politik yang expert. Jika ada yang tidak suka, harap dimaklumi dan jangan dituntut.
1. Mengapa JK bisa mendapat posisi buncit ? Gue Masih ga percaya lho.
Yap, di awal-awal gue liat hasil quick count gue juga sempet ga percaya bahwa JK mendapat posisi buncit. Padahal jika dilihat dari segi kampanye yang dilakukan tim sukses JK, iklan-iklan JK sangatlah banyak dan kreatif. Baik itu iklan di media elektronik maupun cetak. Di media elektronik saja, lebih dari 3 iklan politik JK yang sering tayang di televisi dengan durasi yang cukup panjang. Selain itu, pada media cetak, Iklan politik JK termasuk kreatif. Salah satu contohnya ialah Baliho begambar labirin dan bertuliskan JK (jalan keluar). Unik. Bagus. Itulah 1st impression yang muncul dari gue ketika melihat baliho itu.
Secara logika, JK dapat meraup perolehan suara yang banyak dengan modal iklan itu. Apalagi d dengan beberapa visi dan misinya, seperti program MAMPU yang ditujukkan bagi para pemilih dari golongan muda. Selain itu, beberapa orang yang memilih JK memberi pendapat bahwa JK itu anti-amerika dan juga JK-Win dianggap sebagai representasi bangsa Indonesia karena merupakan satu-satunya pasangan yang dari Jawa dan Non Jawa.
Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Modal iklan yang dimiliki JK tidak bisa memberikan efek yang maksimal. Menurut gue, saat ini iklan politik tidak dapat memberikan efek yang besar terhadap pilihan para pemilih karena pendidikan politik di Indonesia MASIH SANGAT MINIM. Adalah figur serta background yang dapat memberikan pengaruh besar pada pilihan pemilih.
JK berasal dari keluarga pengusaha dan dia adalah mantan pengusaha. Ditambah lagi dengan track record Golkar pada Masa Orba. Maka tidaklah heran perolehan suara JK berada di posisi terakhir. Menjadi suatu ketakutan tersendiri bagi para pemilih karena bisa-bisa kejadian Nepotisme yang terjadi di Masa Orba dapat terulang kembali di masa sekarang.
2. Kenapa Mega bisa melampaui JK ?
Jika kita lihat selama kampanye, sepertinya kubu Mega-Pro tidak banyak melakukan berbagai macam iklan politik dibandingkan capres lain, apalagi JK. Tapi mengapa Mega dapat melampaui JK? Hal itu tidaklah lepas dari background yang dimiliki Mega, yaitu PDIP. Mengakarnya PDIP dalam masyarakat menjadi modal utama bagi Mega. Imej wong cilik yang telah diusung PDIP dari Orba hingga sekarang membuat Mega dapat meraih suara lebih besar dibanding JK. Selain itu, faktor Soekarno juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang hanya dimiliki Mega dibanding kandidat lain.
Dari segi figur. Maaf saja, menurut gue Mega jauh tertinggal dibandingkan SBY dan JK. Jika kalian menonton debat capres, dapat terlihat bagaimana sosok asli Mega tanpa bantuan tim sukses. Ditanya apa, jawabnya apa. Pokoknya bertele-tele. Makanya banyak pemilih tidak mau memilih dia. Wong ngasi argumen aja susah, gimana mimpin negara.
3. Lalu bagaimana dengan kemenangan SBY ?
SBY termasuk kandidat yang HAMPIR memiliki semuanya. Baik modal iklan politik maupun figur. Dalam iklan politik, dapat kita lihat bagaimana iklan SBY yang memakai jingle sebuah produk mi instan dapat menghipnotis para pemilih. Selain itu figur yang dimilikinya ialah figur yang betul-betul bak seorang pemimpin. Dengan postur yang tinggi besar dan tegap, beliau terlihat gagah dan tampan. Ternyata kegagahan yang dimilikinya juga berpengaruh pada pemilih. Beberapa waktu yang lalu, gue pernah bertanya kepada sekumpulan ibu-ibu. Mereka cenderung milih SBY karena menurut mereka beliau tampan dan gagah. *hmm!
Strategi yang dipakai SBY juga terhitung efektif yaitu dengan cara menarik hati para pemilih dengan menggunakan perasaan mereka (iba). Kampanye negatif dan kampanye hitam yang diterima oleh SBY dari kedua capres yang lain seolah menjadi senjata ampuh dalam mengambil suara para pemilih. Dan beberapa keberhasilan yang terjadi selama masa pemerintahannya diduga menjadi modal untuk menarik pemilih.
Begitu pula dengan visi misi yang dimilikinya. Dengan mengusung pemerintahan yang bersih dari korupsi, membuat banyak masyarakat setuju untuk memberikan kesempatan kembali kepada SBY untuk menduduki kursi RI-1 meskipun diduga menganut sistem ekonomi Neoliberal.
Demikian postingan tentang review Pilpres kali ini gue tulis. Ingat, ini hanyalah berdasarkan pengamatan gue semata, seorang mahasiswa ilmu politik yang sedang coba-coba menulis tentang hal-hal berbau politik.
Jika ada yang tidak suka, jangan dituntut. Gue ga mau nasibnya kayak bu Prita. hehehe.
Tapi, gue mengharapkan sekali pendapat dari para pembaca.
Sekian dari gue.
* ps : Happy Birthday MF. Wish You All the Best! :)
CUPCUPWAUWAU
Akhirnya Pemilu khusus Presiden sudah digelar. Banyak kemajuan dalam penyelenggaraan Pemilu kali ini dibandingkan Pileg (Pemilu Legislatif) kemarin. Khususnya dari segi kuantitas pemilih yang meningkat drastis karena adanya keputusan MK yang memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak tercantum pada DPT untuk turut serta menjadi pemilih dengan cara hanya menunjukkan KTP dan KK (Kartu Keluarga).
Untuk hasilnya sendiri, saat ini KPU masih menghitungnya. Namun berdasarkan Quick Count dari berbagai lembaga survey, mereka menyatakan bahwa :
- SBY menduduki peringkat pertama dengan persentase sekitar 60 %
- Megawati menduduki peringkat kedua dengan persentase sekitar 27 %
- Dan, JK menduduki peringkat ketiga dengan persentase sekitar 12 %
Maka pada kesempatan kali ini, izinkan gue Disna 'Boim' Harvens untuk meriew singkat mengenai hal-hal apa saja yang menyebabkan SBY bisa menang, Mega di Posisi 2, dan JK di nomor buncit. Serta gue juga ingin menjawab beberapa pertanyaan yang muncul di masyarakat.
Dan harap diingat bahwa review ini CUMA PENDAPAT DARI GUE. Ini penglihatan dari kacamata gue, bukan kacamata penyanyi dadadamdadadam, apalagi para pengamat politik yang expert. Jika ada yang tidak suka, harap dimaklumi dan jangan dituntut.
1. Mengapa JK bisa mendapat posisi buncit ? Gue Masih ga percaya lho.
Yap, di awal-awal gue liat hasil quick count gue juga sempet ga percaya bahwa JK mendapat posisi buncit. Padahal jika dilihat dari segi kampanye yang dilakukan tim sukses JK, iklan-iklan JK sangatlah banyak dan kreatif. Baik itu iklan di media elektronik maupun cetak. Di media elektronik saja, lebih dari 3 iklan politik JK yang sering tayang di televisi dengan durasi yang cukup panjang. Selain itu, pada media cetak, Iklan politik JK termasuk kreatif. Salah satu contohnya ialah Baliho begambar labirin dan bertuliskan JK (jalan keluar). Unik. Bagus. Itulah 1st impression yang muncul dari gue ketika melihat baliho itu.
Secara logika, JK dapat meraup perolehan suara yang banyak dengan modal iklan itu. Apalagi d dengan beberapa visi dan misinya, seperti program MAMPU yang ditujukkan bagi para pemilih dari golongan muda. Selain itu, beberapa orang yang memilih JK memberi pendapat bahwa JK itu anti-amerika dan juga JK-Win dianggap sebagai representasi bangsa Indonesia karena merupakan satu-satunya pasangan yang dari Jawa dan Non Jawa.
Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Modal iklan yang dimiliki JK tidak bisa memberikan efek yang maksimal. Menurut gue, saat ini iklan politik tidak dapat memberikan efek yang besar terhadap pilihan para pemilih karena pendidikan politik di Indonesia MASIH SANGAT MINIM. Adalah figur serta background yang dapat memberikan pengaruh besar pada pilihan pemilih.
JK berasal dari keluarga pengusaha dan dia adalah mantan pengusaha. Ditambah lagi dengan track record Golkar pada Masa Orba. Maka tidaklah heran perolehan suara JK berada di posisi terakhir. Menjadi suatu ketakutan tersendiri bagi para pemilih karena bisa-bisa kejadian Nepotisme yang terjadi di Masa Orba dapat terulang kembali di masa sekarang.
2. Kenapa Mega bisa melampaui JK ?
Jika kita lihat selama kampanye, sepertinya kubu Mega-Pro tidak banyak melakukan berbagai macam iklan politik dibandingkan capres lain, apalagi JK. Tapi mengapa Mega dapat melampaui JK? Hal itu tidaklah lepas dari background yang dimiliki Mega, yaitu PDIP. Mengakarnya PDIP dalam masyarakat menjadi modal utama bagi Mega. Imej wong cilik yang telah diusung PDIP dari Orba hingga sekarang membuat Mega dapat meraih suara lebih besar dibanding JK. Selain itu, faktor Soekarno juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang hanya dimiliki Mega dibanding kandidat lain.
Dari segi figur. Maaf saja, menurut gue Mega jauh tertinggal dibandingkan SBY dan JK. Jika kalian menonton debat capres, dapat terlihat bagaimana sosok asli Mega tanpa bantuan tim sukses. Ditanya apa, jawabnya apa. Pokoknya bertele-tele. Makanya banyak pemilih tidak mau memilih dia. Wong ngasi argumen aja susah, gimana mimpin negara.
3. Lalu bagaimana dengan kemenangan SBY ?
SBY termasuk kandidat yang HAMPIR memiliki semuanya. Baik modal iklan politik maupun figur. Dalam iklan politik, dapat kita lihat bagaimana iklan SBY yang memakai jingle sebuah produk mi instan dapat menghipnotis para pemilih. Selain itu figur yang dimilikinya ialah figur yang betul-betul bak seorang pemimpin. Dengan postur yang tinggi besar dan tegap, beliau terlihat gagah dan tampan. Ternyata kegagahan yang dimilikinya juga berpengaruh pada pemilih. Beberapa waktu yang lalu, gue pernah bertanya kepada sekumpulan ibu-ibu. Mereka cenderung milih SBY karena menurut mereka beliau tampan dan gagah. *hmm!
Strategi yang dipakai SBY juga terhitung efektif yaitu dengan cara menarik hati para pemilih dengan menggunakan perasaan mereka (iba). Kampanye negatif dan kampanye hitam yang diterima oleh SBY dari kedua capres yang lain seolah menjadi senjata ampuh dalam mengambil suara para pemilih. Dan beberapa keberhasilan yang terjadi selama masa pemerintahannya diduga menjadi modal untuk menarik pemilih.
Begitu pula dengan visi misi yang dimilikinya. Dengan mengusung pemerintahan yang bersih dari korupsi, membuat banyak masyarakat setuju untuk memberikan kesempatan kembali kepada SBY untuk menduduki kursi RI-1 meskipun diduga menganut sistem ekonomi Neoliberal.
Demikian postingan tentang review Pilpres kali ini gue tulis. Ingat, ini hanyalah berdasarkan pengamatan gue semata, seorang mahasiswa ilmu politik yang sedang coba-coba menulis tentang hal-hal berbau politik.
Jika ada yang tidak suka, jangan dituntut. Gue ga mau nasibnya kayak bu Prita. hehehe.
Tapi, gue mengharapkan sekali pendapat dari para pembaca.
Sekian dari gue.
* ps : Happy Birthday MF. Wish You All the Best! :)
CUPCUPWAUWAU
Apakah aku anak Papa?
Bokap gue emang eksis berat.
Bokap gue emang gahul.
Itulah kenyataan.
Salah satu contoh nyata ialah waktu gue datang ke TPS yang terletak di bilangan Jakarta Pusat. Selama perjalanan, banyak banget orang-orang ynag manggil bokap gue. Apalagi pas nyampe TPS. Guw takjub. Ternyata semua panitianya kenal bokap gue. *ckckck!
Tapi selama di TPS gue sedikit sebal. Kenapa? Ternyata temen-temen bokap gue ga percaya gue anaknya. Katanya gue lebih terlihat seperti orang Irian atau Flores dibandingkan orang Jawa. Sampe-sampe mereka nanya nyokap gue orang apa.
Temen bokap : "Nyokap orang apa dek? Irian? Flores?"
Gue : "Bukan om, mama orang Sunda."
Temen bokap : "Hah? Masa sih? kok item dan keriting begini! Nama kamu siapa?"
Gue : "Disna Harvens om!"
Temen bokap : "Tuh kan Ri! Namanya aja kayak orang Flores. Pasti orang Flores nih. Anak dari mana lagi nih ? hahahahaha"
Bokap : "hahahahahahahaha"
Monyong banget tuh temen bokap gue. Gue dikira anak orang lain. Muka setampan ini masa dibilang anak orang lain. *huh!?
Selama menunggu giliran nyontreng, temen bokap gue menceritakan bagaimana kehidupan bokap gue dikala muda. Dia dulu termasuk cowok eksis dan womanizer. Selain itu, dia tergolong anak yang cukup berandalan karena sering banget berantem.
Pas gue tanya tentang hal itu, beliau cuma jawab "Ya namanya juga anak cowok waktu masih muda! Wajarlah kalo gitu"
Meskipun begitu, gue tetap bangga ama bokap.
Emang gahul abis dah bokap beta!
love you dad! *uuhh! so sweet abis!
*ps : gue lagi sakit perut nih, kayaknya gara-gara makan nasi uduk yang udah expired. Doakan saja semoga sembuh! amiinnnn.
CUPCUPCUPWAUWAU
Bokap gue emang gahul.
Itulah kenyataan.
Salah satu contoh nyata ialah waktu gue datang ke TPS yang terletak di bilangan Jakarta Pusat. Selama perjalanan, banyak banget orang-orang ynag manggil bokap gue. Apalagi pas nyampe TPS. Guw takjub. Ternyata semua panitianya kenal bokap gue. *ckckck!
Tapi selama di TPS gue sedikit sebal. Kenapa? Ternyata temen-temen bokap gue ga percaya gue anaknya. Katanya gue lebih terlihat seperti orang Irian atau Flores dibandingkan orang Jawa. Sampe-sampe mereka nanya nyokap gue orang apa.
Temen bokap : "Nyokap orang apa dek? Irian? Flores?"
Gue : "Bukan om, mama orang Sunda."
Temen bokap : "Hah? Masa sih? kok item dan keriting begini! Nama kamu siapa?"
Gue : "Disna Harvens om!"
Temen bokap : "Tuh kan Ri! Namanya aja kayak orang Flores. Pasti orang Flores nih. Anak dari mana lagi nih ? hahahahaha"
Bokap : "hahahahahahahaha"
Monyong banget tuh temen bokap gue. Gue dikira anak orang lain. Muka setampan ini masa dibilang anak orang lain. *huh!?
Selama menunggu giliran nyontreng, temen bokap gue menceritakan bagaimana kehidupan bokap gue dikala muda. Dia dulu termasuk cowok eksis dan womanizer. Selain itu, dia tergolong anak yang cukup berandalan karena sering banget berantem.
Pas gue tanya tentang hal itu, beliau cuma jawab "Ya namanya juga anak cowok waktu masih muda! Wajarlah kalo gitu"
Meskipun begitu, gue tetap bangga ama bokap.
Emang gahul abis dah bokap beta!
love you dad! *uuhh! so sweet abis!
*ps : gue lagi sakit perut nih, kayaknya gara-gara makan nasi uduk yang udah expired. Doakan saja semoga sembuh! amiinnnn.
CUPCUPCUPWAUWAU
Langganan:
Postingan (Atom)
