Tidak ada yang seimbang dalam hidup ini.
Itulah kalimat yang selalu terngiang-ngiang di otak gue. Mungkin cukup menuai kontroversi ya? Kita bisa berdiri secara tegak adalah salah satu contoh keseimbangan. Tapi sebenernya keseimbangan yang gue maksud ini adalah keseimbangan dalam kehidupan atau diri seseorang. Yaitu sebuah keseimbangan yang tidak bisa dilihat, tapi cuma bisa dirasakan. Seperti halnya
Yin dan
Yang dalam ajaran di Cina dan Jepang.

Menurut gue, keseimbangan itu adalah suatu kondisi yang benar-benar mustahil terjadi pada seseorang. Tak ada satu orangpun yang hidupnya benar-benar seimbang. Seandainya keseimbangan terjadi, mungkin kisah hidupnya sudah selesai. Tidak ada lagi yang ingin dicari.
Sebagai contoh serial TV Avatar. Bisa dilihat kan bagaimana Aang berusaha ingin membuat keseimbangan antar semua elemen di bumi yang sebelumnya didominasi oleh elemen api. Setelah terjadi keseimbangan, tuh acara berakhir a.k.a TAMAT. Ga diterusin lagi jalan ceritanya gimana. Apakah Aang menikah dengan Katara? Ataukah sebenernya Aang jatuh hati kepada Saka dan Pangeran Zuko,, lalu mereka kumpul kebo di Belanda? Hmm, sepertinya hal-hal itu tidak bisa gue tulis kali ini.
Perasaan dan pikiran dalam diri manusia juga tidaklah bisa diseimbangkan. Pasti salah satu dari mereka ada yang dominan. Jika perasaan yang dominan, maka akan muncul manusia yang melankolis. Tapi jika pikiran yang mendominasi, maka akan muncul manusia yang (hampir) tidak punya perasaan.
Keseimbangan itulah yang sepertinya sedang dicari dan
harus dimiliki oleh beberapa temen gue dan juga gue. Meskipun telah menjalin asmara atau jatuh hati dengan rekannya dalam organisasi, tapi mereka berusaha untuk bersikap se-profesional mungkin dalam mengerjakan tugasnya.
*tsaaahhhh?!~~Begitupula yang terjadi di gue. Gue saat ini berusaha sebisa mungkin agar terjadi keseimbangan antara pikiran dan perasaan dalam diri gue. Gue tidak mau perasaan gue mendominasi pikiran gue karena akan mengubah gue menjadi cowok yang mendayu-dayu dan tidak lagi bisa menggunakan logika dalam menhadapi sesuatu, khususnya dalam hal
Love Life.
Dan juga, gue tidak mau sepenuhnya pikiran mendominasi perasaan gue. Mungkin awalnya terlihat keren karena jika pikiran mendominasi perasaan akan membuat gue sebagai cowok yang mature dan cool (karena tidak mendayu). Tapi jika keadaan tersebut dipertahankan terus menerus, yang ada juga gue bisa jadi kayak robot dan menjadi perjaka tua.
Sekian dari gue. Mohon maaf jika ada yang salah.
.*Ps : kalo postingan kali ini agak aneh. maklumin yah. Mood nulis gue lagi ilangCUPCUPWAUWAU